Hujan Deras dan Gelombang Air Laut, Talud Patah dan Jalan serta Rumah Warga terancam
HALUT. Rabu, 10/11/2021 - Musibah banjir dan tanah longsor terjadi di beberapa kawasan di Kab. Halmahera Utara, Maluku Utara, menyusul hujan deras yang terjadi sepanjang Selasa (3/11/2021). Selain menimpa rumah-rumah warga hingga mengalami kerusakan, longsor juga ikut merusak talud di permukiman warga. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Halmahera Utara, Abner Manery, S.Si mengatakan longsor yang menyebabkan talud mengalami kerusakan terjadi di satu lokasi. "Untuk talud yang rusak akibat longsor itu ada di Desa Pelita Kec. Galela Utara," kata Abner, selasa malam.
Dia mengatakan, talud sepanjang + 300 meter kiri dan kanan yang patah atau rusak berat," ujar dia. Tim BPBD Kab. Halmahera Utara sendiri telah terjun ke lapangan untuk memantau dan mendata kerusakan yang terjadi akibat musibah tersebut. Abner mengatakan, selain longsor yang menimpa talud dan rumah warga, hujan deras juga ikut menyebabkan sejumlah rumah warga di Desa Pelita, Kecamatan Galela Utara, terendam banjir akibat luapan air sungai. "Beberapa rumah warga yang berada di sekitar bantaran sungai juga terendam banjir hingga malam ini," kata dia.
Adapun warga yang rumah-rumahnya terendam banjir, lanjut Abner, kini memilih mengungsi ke rumah kerabatnya yang lebih aman. "Mereka mengungsi sementara waktu karena rumahnya terendam," ujar dia. Ini Kronologinya Hingga Minggu malam, hujan deras masih terus mengguyur Desa Pelita dan sekitarnya. Ia pun mengimbau kepada warga yang tinggal di daerah rawan bencana seperti di bantaran sungai dan lereng bukit agar selalu waspada. "Mengingat kondisi cuaca yang masih sangat buruk sampai malam ini, kami mengimbau agar warga yang tinggal di daerah rawan agar lebih waspada," pinta dia.
Sementara itu, akibat Cuaca buruk yang terjadi di Perairan Halmahera Utara mulai dirasakan dampaknya. Talud sepanjang 617 meter di Desa Jere, 295 meter di Desa Pelita, 307 meter di Desa Saluta Kec. Galela Selatan dan Talud sepanjang 632 meter di Desa Kusu Lovra Kec. Kao yang dibangun untuk penahan abrasi pantai di pesisir pantai ambruk setelah dihantam ombak besar, baru-baru ini.
Talud yang diperuntukan menahan abrasi tak kuat menahan terjangan ombak setinggi tiga sampai empat meter, hingga membuat badan jalan utama, rumah dan perahu warga juga ikut rusak. Warga harap berhati-hati beraktivitas karena ombak terus membesar. Pasalnya talud penahan gelombang air laut telah roboh akibat gelombang besar pada 7 - 9 November 2021.
"Talud penahan ombak sudah patah, sehingga ketika gelombang besar air laut terhempas hingga kerumah warga dan jalan raya," ucap Agus, salah satu warga setempat. Rabu (9/11/2021).
Lanjutnya mereka hingga kini terus waspada akan gelombang laut yang sewaktu-waktu muncul.
"Kami warga disini selalu waspada akan gelombang, sebab rumah kami hanya berjarak 4-5 meter dari tepi talud, dengan kondisi talud patah tentunya air laut akan meluap masuk ke rumah," tuturnya.
Diketahui, talud patah sepanjang 617 meter di Desa Jere, 295 meter di Desa Pelita, 307 meter di Desa Saluta Kec. Galela Selatan dan Talud sepanjang 632 meter di Desa Kusu Lovra Kec. Kao Kab. Halmahera Utara.
Talud patah tersebut tersebar di 2 Kecamatan titik garis pantai yaitu Kecamatan Galela Utara Desa Jere, Pelita dan Saluta dan Kecamatan Kao Desa Kusu Lovra.
Akibatnya beberapa rumah warga rusak ringan akibat terjangan ombak, 15 buah perahu nelayan rusak berat dan merupakan ancaman bagi jalan raya sebagai jalur utama transportasi warga.
Penulis : Pusdatin BPBD Halut