Meningkatkan Kesadaran Akan Risiko Bencana BPBD Halut Melakukan Sosialisasi, Edukasi dan Simulasi Pe
Tobelo 20/10/23 - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Halmahera Utara bekerja sama dengan Himpaudi Kab. Halmahera Utara melakukan simulasi penanggulangan bencana bersama siswa TK & Paud dari 4 Kecamatan meliputi Kecamatan Tobelo, Tobelo Tengah, Tobelo Utara & Tobelo Selatan. sebagai bagian dari memperingati bulan PRB (Pengurangan Risiko Bencana) tahun 2023 dan upaya meningkatkan pemahaman dalam penanganan bencana serta meningkatkan kesadaran akan risiko bencana sejak usia dini.
Kegiatan tersebut dilakukan pada hari Jum'at, 20 Oktober 2023, dengan situasi dan kondisi dibuat selayaknya terjadi di masing - masing sekolah dengan kronologis jenis kejadian gempa bumi yang berkekuatan 6,5 SR berlangsung selama 4 Menit yang menimbulkan kerugian serta kerusakan terutama pada bangunan sekolah, dari kronologis tersebut menimbulkan 6 korban mengalami luka - luka dan 1 korban meninggal dunia.
Simulasi penanggulangan bencana dilaksanakan di dalam kantor dan area halaman BPBD Kab. Halmahera Utara. Kegiatan tersebut diikuti oleh kurang lebih 700 siswa TK & Paud dari 27 Sekolah dari Kecamatan Tobelo, Tobelo Tengah, Tobelo Utata & Tobelo Selatan.
Kegiatan ini bertujuan tidak hanya untuk memberikan pemahaman kepada siswa TK & Paud mengenai ancaman bencana yang mungkin terjadi, tetapi juga untuk melatih kemampuan dan keterampilan sejak dini dalam menghadapi kondisi darurat saat terjadinya bencana.
Dalam simulasi tersebut, siswa TK & Paud diberikan penjelasan mengenai jenis-jenis bencana yang mungkin terjadi salah satunya seperti gempa bumi.
Mereka juga diberi pemahaman mengenai langkah-langkah awal yang harus dilakukan dalam situasi darurat terutama pada saat di sekolah, seperti langkah melingungi diri sendiri, memberikan pertolongan pertama, dan melaporkan kondisi darurat ke pihak berwenang.
Siswa TK & Paud juga dilibatkan dalam praktik evakuasi dengan dipandu oleh petugas dari BPBD Kabupaten Halmahera Utara. Mereka diajarkan bagaimana cara keluar dari gedung secara aman dan tertib menuju titik kumpul yang sudah ditentukan, mengumpulkan di titik evakuasi yang telah ditentukan, serta mengikuti instruksi dari petugas keamanan sekolah/pihak berwenang dalam penanganan darurat.
Melalui kegiatan simulasi ini diharapkan terutama untuk siswa TK & Paud dapat memiliki kesiapan dan kesadaran dalam menghadapi situasi darurat bencana salah satunya gempa bumi.
Hentje M.L Hetharia, S.Hut (Plt. Kalksa BPBD Kab. Halmahera Utara) , mengungkapkan "Anak - anak TK dan Paud ini perlu dilatih untuk dapat mengenali tanda-tanda awal bencana dan cara bertindak yang tepat dalam situasi darurat terutama pada saat di sekolah. Dengan begitu, mereka dapat melindungi diri sendiri dan membantu orang lain di sekitarnya," kata Plt. Kalaksa BPBD Kab. Halmahera Utara.
Selain para siswa, guru dan orang tua sebagai pendamping juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya evakuasi darurat mandiri saat terjadinya bencana terutama seperti gempa bumi.
" Tak lupa untuk para guru dan orang tua sebagai pendamping juga tadi sudah melihat bahkan sedikit banyak nya juga paham bagaimana langkah penanganan darurat mandiri dan langkah yang dilakukan BPBD seperti evakuasi korban, dan lain-lain pada saat terjadinya bencana gempa bumi, untuk itu mari bersama - sama sadar akan ancaman dan risiko bencana pada saat dirumah bahkan dimana pun berada," lanjut Plt. Kalaksa BPBD Halmahera Utara.
Kegiatan sosialisasi, edukasi & simulasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya sadar bencana terutama di kalangan siswa sejak dini. BPBD Kabupaten Halmahera Utara juga berencana untuk melaksanakan kegiatan serupa dengan berbagai sekolah di Lingkup Kabupaten Halmahera Utara dalam rangka menyebarkan kesadaran akan pentingnya meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.