BPBD Halut

Berita

31/01/2023
Image
PENGUNSI BERTAMBAH. Banjir Rob di Desa Wosia TPI-1,Kecamatan Tobelo Kabupaten Halmahera Utara bertam

TOBELO,24/1/2023. 21 kk dengan jumlah jiwa sebanyak 85 warga masih bertahan di lokasi pengungsian yang berada di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Higienis, Desa Wosia, Kecamatan Tobelo Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, sejak Rabu (18/1) malam hingga hari ini, Rabu (25/1). Namun setelah melakukan peninjauaan kelokasi pengunsi, Rabu malam (25/1) pukul 22.00 WIT  ada ketambahan pengunsi ketika cuaca extrim  air pasang (banjir rob) kembali terjadi pada Selasa (24/1) sehingga ada ketambahan jumlah pengunsi sebanyak 39 kk, dengan total jumlah pengunsi Kamis (26/1) menjadi 69 kk dengan jumlkah jiwa 246 jiwa. Para warga tersebut masih mengungsi karena rumah mereka rusak terdampak banjir rob. Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Utara, Abner Manery menuturkan bahwa warga masih diungsikan dan diperpanjang pengunsiannya hingga beberapa waktu ke depan, mengingat gelombang air laut masih tinggi dan berpotensi terjadi rob susulan. Abman menambahkan, pihaknya akan terus memonitor kondisi cuaca dan perairan sesuai rekomendasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

"Mereka kami minta untuk tetap mengungsi sementara sampai beberapa waktu ke depan. Di samping memang karena rumah mereka rusak karena rob, kita juga tunggu informasi dari BMKG," jelas Abner.

Lebih lanjut, Abner menuturkan bahwa pengungsian warga tersebut didirikan karena dampak dari banjir rob, bukan karena gempabumi dengan skala magnitudo (M) 7.1 yang mengguncang pada Rabu (18/1) pukul 13.06 WIB, atau sesaat sebelum kemudian terjadi banjir rob. Abner juga memastikan bahwa banjir rob tersebut terjadi karena faktor cuaca, bukan dipicu oleh gempabumi.

"Itu dua hal yang berbeda. Jadi rob ini memang terjadi bersamaan, sesaat setelah gempabumi. Namun bukan karena gempa, melainkan faktor cuaca. BMKG sebelumnya sudah memberikan informasi tentang adanya potensi banjir rob," jelas Abner.

Pihak BPBD Kabupaten Halmahera Utara telah memberikan bantuan kebutuhan dasar, baik makanan, logistik lainnya dan peralatan yang dibutuhkan selama di pengungsian. BPBD Kabupaten Halmahera Utara juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk membuat tanggul penahan ombak dari kantong berisi pasir dan melakukan pembersihan puing bangunan yang rusak akibat terdampak banjir rob.

Demikian juga ada bantuan Sembako ke tempat pengunsi antara lain : Bantuan Sembako dari Gereja Yesus Alva dan Omega Tobelo. Bantuan Kerukunan Sanger Talaut di Tobelo, Bantuan dari GPDI Mahanaim Wosia Tobelo, Dari Dinas Perindag Kabupaten Halmahera Utara, Bantuan dari Arhanud 03, Bantuan sembako dari BPBD Kabupaten Halmahera Utara, Juga bantuan karung(geobox) dari PUPR BWS Propinsi Maluku Utara.

Share: